Sabtu, 11 Juni 2016


Kerinduanku padamu mentari ...


Bahagia dapat berjumpa dengan mu lagi mentari, kau tetap indah, kau tetaplah mentari yang ku kagumi. walau sempat kau menghilang dan pergi tanpa meninggalkan jejak warnamu. aku akan tetap mengagumimu, walau sekarang mungkin kau bukan mentari harapanku lagi karna kau sudah menemukan perlabuhan untuk hidupmu saat ini. selamat tinggal mentari, kau akan tetap  menjadi bagian pewarna dalam hidupku, maafkan aku yang tak bisa menjadi perlabuhan terakhirmu. kau terlalu sempurna bagiku, sedangkan aku hanya wanita biasa.
semoga kau bahagia bersama pilihanmu. aku akan bahagia jika kau bahagia dan aku akan amat terluka jika kau terluka. jangan pikirkan bagaimana perasaanku saat ini, aku baik-baik saja sungguh, bahkan aku jauh lebih baik sekarang karna dlu kau yg sempat menghilang kini datang dan memberikan kabar berbentuk surat undangan..
Terima kasih mentari kau sudah mengajarkanku arti dari sebuah kata IKHLAS untuk melepaskan.
mungkin ini terakhir kalinya aku dapat melihatmu dengan senyuman hangatmu itu, entah berapa kali dlu kau tersenyum kepadaku,dan memberikan warna dalam hidupku  tapi kali ini senyumanmu memberikan arti yang berbeda di benakku. sayang rasanya kakiku ini sangatlah kaku saat berhadapan denganmu bahkan lidahku ini terasa kelu hingga sulit untuk memberikan ucapan selamat kepadamu atas pernikahanmu dengan wanita pilihanmu itu, hanya senyuman seadanya yang bisa ku lemparkan saat berhadapan denganmu, ya hanya itu sayang ... bukan aku tak bahagia dengan pilihanmu tapi itulah expresiku yang kaku. 
entahlah senyuman itu yang sangat aku rindukan, rindu akan sosok mentari yang sempat hilang, selamat tinggal sayang... selamat menempuh hidup baru bersama bidadari surgamu ..